Turubuk adalah salah satu panganan khas kearifan lokal Karawang Selatan, turubuk yang termasuk dalam jenis sayuran ini hanya tumbuh di daratan tinggi salah satunya di Kawasan Wisata Puncak Sempur Kabupaten Karawang.
Seperti terlihat pada sabtu pagi 18/7/2020, para petani turubuk sedang memanen di ladang turubuk, masing-masing dari mereka memiliki lahan garapan dari Perhutani yang dimanfaatkan untuk menanam turubuk, kebanyakan para petani turubuk adalah warga setempat yang berasal dari Desa Cintalaksana Kecamatan Tegalwaru.
Kami berkesempatan untuk ikut memetik turubuk langsung di ladang turubuk yang digarap oleh Iwan (40) salah satu petani turubuk yang kebetulan sedang panen, dikatakan Iwan turubuk yang saat ini memang sudah dikenal namun harganya masih dikatakan cukup murah, "sekarang sekitar 70 ribu harga satu gabung (ikat) ini cukup murah, kalau beli sudah dipasar mungkin kisaran 90 sampai 100 ribu," terang Iwan sembari memetik turubuk diladangnya.
Ditambahkan Iwan semenjak Covid-19 mewabah dan destinasi wisata ditutup penjualan turubuk juga mengalami penurunan sehingga memperngaruhi harga penjualan. "Pas ada Corona ini justru penjualan turubuk berkurang, kita biasanya belum sampai pasar sudah dibeli pengunjung, sekarang puncak sempurnya juga ditutup kita bawa kepasar juga harganya turun bahkan bisa 65 ribu atau 60 ribu, apalagi pas lebaran idul Fitri yang biasanya turubuk ini banyak kekurangan sekarang justru kami kesulitan menjual, biasanya masyarakat disini membeli turubuk untuk memasak opor khas lebaran atau untuk oleh-oleh saudara mereka yang datang dari luar kota, karena sekarang mungkin tidak mudik jadi mereka juga tidak butuh turubuk untuk oleh-oleh," jelas Iwan ketika rehat setelah beraktivitas di ladang turubuk.
Turubuk selain menjadi kearifan lokal atau icon khas Karawang Selatan kini sudah mulai langka, penting adanya jika pemerintah ikut serta dalam pembudidayaan dan pelestarian hasil alam atau kearifan lokal tersebut, "kami memandang turubuk bukan hanya sebagai tanaman atau sayuran, orang mau acara perkawinan turubuk juga dibawa sebagai sesembahan ada acara maulid atau acara keagamaan turubuk juga dibawa untuk cinderamata penceramahnya, jika saja pemerintah memfasilitasi kami melakukan pelatihan pembudidayaan dan insentif pupuk atau hal lainnya tentu akan menjadi lebih baik," paparnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saran dan masukan, Kesan pesan juga boleh